Pages

Friday, June 4, 2010

PENGGUNAAN STRATEGI PERANG SUN TZU DALAM PENYERANGAN JEPANG TERHADAP PEARL HARBOR PADA 7 DESEMBER 1941

Pendahuluan

Pearl Harbor merupakan pangkalan kapal-kapal Amerika Serikat di kepulauan Hawaii yang merupakan inti kekuatan Angkatan Laut AS di Pasifik. Keberadaan Pearl Harbor yang pada tahun 1941 berada di bawah komando Laksamana Husband E. Kimmel ini merupakan basis kekuatan yang khusus dibangun oleh Presiden F. D. Roosevelt di Pasifik untuk membatasi agresi militer Jepang di Timur Jauh, salah satunya terhadap China.
Sejak berdirinya Pearl Harbor, AS mempunyai keyakinan bahwa Jepang tidak mungkin menyerang Pearl Harbor. Selain karena letak kepulauan Jepang yang sangat jauh dari Hawaii, dimana Jepang tidak mungkin mampu dan berani menyeberang Lautan Pasifik yang luas untuk menyerang Pearl Harbor, AS juga masih meremehkan kekuatan militer Jepang. Ditambah lagi dengan serangkaian pernyataan yang diutarakan Jepang bahwa mereka tidak akan menyerang Pearl Harbor.
Namun, kita tentu telah mengetahui bahwa dalam setiap peperangan, apa yang tampak biasanya tidak sama dengan kondisi yang terjadi sebenarnya. Perang terdiri dari berbagai macam strategi, dan pihak yang memiliki strategi yang paling jitu lah yang bisa memenangkan perang. Hal inilah yang diyakini oleh Jepang. Dalam melakukan penyerangan terhadap Pearl Harbor, Jepang menggunakan beberapa strategi yang berasal dari pemikiran seorang filsuf dan ahli militer kuno dari China yaitu Sun Tzu. Apa saja strategi yang digunakan Jepang terhadap AS dalam penyerangannya ke Pearl Harbor? Serta, apa saja dampak jangka pendek dan jangka panjang yang dirasakan Jepang akibat penyerangannya terhadap Pearl Harbor? Semuanya akan saya bahas dalam esai ini.

Penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor

Serangan Jepang terhadap Pearl Harbor terjadi pada tanggal 7 Desember 1941. Angkatan Laut Jepang menyerang Pearl Harbor secara tiba-tiba pada pagi hari tanggal 7 Desember. Penyerangan dimulai pada pukul 07:53 dan berakhir pada pukul 09:45 waktu setempat. Penyerangan ini dipimpin oleh Wakil Laksamana Chuichi Nagumo. Sejak tanggal 26 November 1941, Angkatan Laut Jepang yang terdiri dari enam kapal induk, dua kapal perang, dua kapal penjelajah berat, dua kapal penjelajah ringan, sembilan kapal perusak, serta tiga kapal selam telah meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril secara diam-diam menuju Pearl Harbor.
Ide mengenai penyerangan terhadap Pearl Harbor datang dari Kaisar Jepang, yang memutuskan untuk melakukan perang terhadap AS dan Inggris. Pada awalnya, Laksamana Isoroku Yamamoto tidak setuju, namun ia tetap hormat dan setia kepada Kaisar. Ia memiliki keyakinan bahwa kemungkinan Jepang menang melawan Amerika sangatlah kecil, kecuali Jepang melancarkan serangan pertama yang mematikan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyerang Pearl Harbor yang merupakan pangkalan kapal laut AS. Untuk memperoleh kemenangan atas perang melawan AS, maka ia berkeyakinan bahwa Pearl Harbor harus dimatikan. Dengan mematikan pusat Angkatan Laut AS di Asia Pasifik tersebut, maka akan mempermudah invasi Jepang ke selatan yaitu Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Ide Yamamoto ini akhirnya disetujui oleh para petinggi AL di Tokyo pada awal September 1940.
Kapal induk Jepang yang terlibat dalam serangan terhadap Pearl Harbor yaitu: Akagi, Hiryu, Kaga, Shokaku, Soryu, dan Zukaku. Semuanya memiliki sejumlah 441 kapal terbang, termasuk pejuang, pengebom-torpedo, pengebom penyelam dan pengebom-pejuang (fighter-bombers). Dari semuanya, 29 musnah dalam pertempuran. Serangan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama targetnya adalah Battleship (kapal perang) dan pesawat. Gelombang kedua targetnya adalah kapal lainnya dan fasilitas dermaga lainnya. Penyerangan ini berhasil merusakkan dan menenggelamkan kurang lebih 20 kapal tempur AS, merusakkan 188 pesawat terbang, dan mengakibatkan 2403 korban Jiwa. Sedangkan pihak Jepang kehilangan 55 pesawat tempur dari 441 pesawat tempur yang dipakai.
Serangan terhadap Pearl Harbor dilakukan pada hari minggu. Karena hari itu hari minggu, terlebih lagi minggu pagi, pada saat itu banyak prajurit AS yang masih terlelap di tidurnya dan tidak siaga. Ditambah lagi, pada hari minggu tersebut, Admiral US Husband Kimmel dan Jendral Walter Short sedang diliburtugaskan.
Ketika serangan dilakukan, Pearl Harbor benar-benar sedang dalam keadaan tidak siap. Pesawat-pesawat terbang dibiarkan terbuka di tanpa perlindungan dan berdekat-dekatan sehingga sulit untuk diterbangkan. Pesawat Senjata Anti Aircraft di kapal pun semuanya dibiarkan tidak siap dan tanpa amunisi. Ditambah lagi karena faktor waktu dilakukannya serangan, yaitu minggu pagi, dimana banyak prajurit yang tidak siaga, serangan menjadi sangat sukses.
Sebenarnya radar di Pearl Harbor sudah mengetahui bahwa ada sekawanan formasi udara yang sangat besar yang sedang mendekati Pearl Harbor, namun petugas lapangan yang melapor kepada atasan mensalahartikan formasi itu sebagai pesawat B-17 Amerika yang dijadwalkan untuk memang datang ke Pearl Harbor. Ketika salah satu pesawat udara tersebut menjatuhkan bom di dekat pantai armada kapal, dan ketika seorang Senior Officer Present Affloat (SOPA), Laksamana Muda William R. Furlong melihat gambar bulatan merah di badan pesawat, yang merupakan lambang pesawat tempur Jepang, barulah mereka menyadari bahwa formasi udara tersebut adalah serangan musuh. Namun, Pearl Harbor sudah terlanjut dikepung. Kapal B5N1 Jepang sudah melepaskan torpedo ke segala arah, yang mengakibatkan hancurnya kapal-kapal induk AS.

Penggunaan Strategi Perang Sun Tzu dalam Penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor

Sun Tzu merupakan seorang filsuf dan tokoh strategi militer kuno asal China yang menulis buku yang berjudul The Art of War sekitar 2500 tahun yang lalu. Strategi militer Sun Tzu telah banyak digunakan oleh para tokoh yang berpengaruh seperti Genghis Khan pada abad ke-13, Napoleon Bonaparte, Mao Tse Tung, Adolf Hitler, serta militer Jepang pun tidak luput dari pengajaran strategi militer Sun Tzu.
Di dalam bukunya The Art of War, Sun Tzu menuliskan tiga puluh enam strategi berperang. Di bawah ini akan saya uraikan beberapa strategi dari ketiga puluh enam strategi berperang Sun Tzu yang digunakan oleh Jepang dalam menyerang Pearl Harbor:
 Strategi 2: “Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao”
“Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.”
 Strategi 4: ”Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga”
”Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.”
 Strategi 10: ”Pisau tersarung dalam senyum”
”Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.”
 Strategi 19: ”Jauhkan kayu bakar dari tungku masak.” (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
”Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.”
 Strategi 25: ”Gantikan balok dengan kayu jelek.”
”Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.”
 Strategi 27: ”Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan.” (Bergaya bodoh.)
”Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.”
 Strategi 30: ”Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.”
”Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.”

Berdasarkan strategi-strategi perang Sun Tzu yang dijadikan pedoman oleh panglima militer Jepang di atas, kita bisa lihat keterkaitan antara strategi nomor 2, 4, 19, dan 25, serta antara strategi 10, 27, dan 30.
Strategi nomor 2, 4, 19, dan 25 berisikan strategi untuk melemahkan musuh dengan menyerang kekuatannya, seperti sumber daya yang dimilikinya, hal-hal yang dianggap berharga oleh musuh, serta semua hal yang dapat menyokong kekuatan musuh. Selain itu, terdapat juga dorongan untuk merencanakan waktu dan tempat pertempuran, yang tidak diketahui oleh musuh. Hal ini bisa dilakukan dengan menyerang pusat kekuatan musuh dengan tiba-tiba tanpa sepengetahuan musuh. Hal ini akan melemahkan kekuatan musuh baik fisik maupun psikologis.
Penggunaan strategi-strategi ini bisa kita lihat dengan jelas dalam kasus penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor, dimana ketika Kaisar Jepang memutuskan untuk berperang melawan AS yang notabene merupakan negara yang memiliki kekuatan yang besar, Laksamana Yamamoto memutar otak, dan dengan bantuan Strategi Berperang ala Sun Tzu, ia memutuskan untuk menyerang AS langsung ke pusat kekuatan angkatan perangnya di Pearl Harbor. Dengan melakukan hal ini, saya rasa Laksamana Yamamoto yakin bahwa jika penyerangan ini berhasil, maka AS, sebagai negara yang sangat kuat dalam hal angkatan perang, akan kehilangan sebagian besar kekuatannya, dan hal ini akan melumpuhkan militer AS selama beberapa waktu, sehingga Jepang dapat memanfaatkan kondisi kelumpuhan AS ini untuk menguasai wilayah Asia-Pasifik.
Strategi yang lainnya yaitu strategi nomor 10, 27, dan 30, berisikan anjuran untuk berpura-pura menjaga perdamaian dengan musuh, untuk mendapatkan kepercayaan dari musuh, dengan mengadakan perjanjian-perjanjian damai, serta berusaha untuk membuat musuh percaya bahwa mereka tidak akan pernah menyerangnya. Strategi-strategi tersebut juga jelas dilakukan oleh Jepang, dimana Jepang selalu bersikeras kepada AS bahwa mereka tidak akan pernah menyerang Pearl Harbor, serta mereka juga tertarik dengan perdamaian. Namun di balik itu ternyata Jepang sedang mempersiapkan pemboman terhadap Pearl Harbor.

Kesimpulan

Buku The Art of War dari Sun Tzu beserta strategi-strategi militernya sebenarnya telah mempengaruhi pemikiran militer Jepang sejak tahun 700-an Masehi. Hampir setiap peperangan yang dihadapi Jepang dipengaruhi oleh strategi-strategi dari pemikiran Sun Tzu. Strategi militer Jepang pada masa modern pun tidak terlepas dari strategi-strategi hasil pemikiran Sun Tzu. Salah satu contohnya adalah strategi militer Jepang pada masa Perang Dunia II, yang dalam esai ini saya fokuskan pada kasus penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor.
Penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor tentu melalui serangkaian perencanaan dan perhitungan matang. Setelah memutuskan untuk memerangi AS, Jepang, di bawah Laksamana Yamamoto percaya bahwa serangan ini akan melumpuhkan kekuatan AS, dan akan mempermudah Jepang untuk menguasai Asia Pasifik. Selain itu, serangan ini juga dipercaya akan membuat AS jatuh dan tidak akan ikut terlibat banyak di Perang Dunia II.
Serangan terhadap Pearl Harbor memang bisa dibilang sangat sukses. Bukan hanya pihak AS yang terkejut dengan serangan tersebut, pihak Jepang pun terkejut dengan kesuksesan yang mereka buat. Kesuksesan pengeboman terhadap Pearl Harbor memberikan kejayaan gemilang terhadap Jepang, dimana hanya dalam tempo beberapa bulan setelah penyerangan berlangsung, Jepang sudah bisa menguasai Asia Tenggara dan daerah Pasifik. Namun siapa sangka, kesuksesan tersebut hanya bertahan sementara. Penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor ibaratnya seperti membangunkan singa yang tengah tertidur lelap. Sebelum terjadinya serangan, AS tidak berniat untuk terlibat dalam Perang Dunia II. Namun serangan terhadap Pearl Harbor telah membangkitkan kemarahan militer dan publik AS yang akhirnya membuat AS ikut terlibat dalam Perang Dunia II untuk membantu sekutu dan untuk membalas dendam terhadap Jepang. Di luar perkiraan, kekalahan dan kehancuran Jepang pada akhir Perang Dunia II yang disebabkan oleh serangan nuklir AS terhadap Hiroshima dan Nagasaki juga justru dilatarbelakangi oleh balas dendam AS terhadap Jepang karena serangannya terhadap Pearl Harbor.

Referensi

Attack at Pearl Harbor 1941, melalui http://www.eyewitnesstohistory.com/pearl.htm diakses pada 2 Juni 2010
“Pearl Harbor History: Why Did Japan Attack? Eyewitness Accounts, Casualty List, Background” melalui http://www.pearlharbor.org/history-of-pearl-harbor.asp diakses pada 2 Juni 2010
“Pearl Harbor Ships and Planes”, melalui http://plasma.nationalgeographic.com/pearlharbor/history/pearlharbor_facts.html diakses pada 2 Juni 2010
"There's Nothing Wrong With Our Radar!" http://www.pearl-harbor.com/georgeelliott/index.html diakses pada 2 Juni 2010
36 Strategi Sun Tzu, http://www.scribd.com/doc/4218877/36-STRATEGI-SUN-TZU diunduh pada 2 Juni 2010
Seni Perang ala Sun Tzu: Militer Jepang pun mengadopsinya, melalui http://www.tnol.co.id/en/spiritual/psychology/1729-qseni-perangq-ala-sun-tzu-militer-jepang-pun-mengadopsinya.html


NOTE: Tulisan di atas adalah tulisan yang saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah "Perang dan Damai" Entah mengapa disaat mengerjakan tugas ini, saya seperti benar-benar terhanyut dan seperti benar-benar merasakan suasana dan ketegangan yang diakibatkan oleh serangan jepang terhadap Pearl Harbor. ditambah lagi foto-foto hasil penyerangan yang saya liat. entah mengapa saya selalu exited jika saya mendengar atau membaca kisah-kisah yang terjadi dalam perang. Khususnya perang dunia I dan Perang dunia II.
oke.. enjoy my though...

1 comment:

  1. Salam kenal bu' Khairunnisa ! Nama sy Lukman Hakim, Jurusan Arkeologi Unhas, angkatan 2009 (S1). Tulisannya menarik, sehingga sy tertarik. Sepertinya ibu' lancar berbahasa Inggris juga. Jurusan apa dan di mana kuliahnya ?
    Kebetulan sy sedang menulis skripsi yang berhubungan dengan Jepang dan Perang Pasifik..

    ReplyDelete