The Power of Dhikr:
When we have dhikr always on our tongues, we have a constant connection with God, even as we go about our daily routines. When things are going well, or when things are hard, we have this lifeline to Allah, this constant stream of praise going up, and blessings coming down. Our spirits are lighter, our hearts happier. We are grateful for everything we have, because we remember that every single little blessing – good health, the comfortable beds we sleep in, a glass of milk we had for breakfast, even our beating hearts and the breath in our lungs – comes from Allah.
By constantly praising Allah, we keep Him in our minds and hearts. The more we do so, the more we come to desire His love, His forgiveness, and His presence. The more we think about Allah, the more we want to please Him. It becomes a beautiful cycle of remembrance and blessings, reinforcing each other.
Those who seek God and remember Him will find contentment and joy in their lives with the knowledge that they are under the protection of Allah. When we utter praise to the Almighty and thank Him for his countless bounties, our hearts are filled with inner peace and reflection. How happy and blessed are those who seek refuge in their Lord, the Most Beneficent and Most Merciful Allah.
“Truly in the heart there is a void that can not be removed except with the company of Allah. And in it there is a sadness that can not be removed except with the happiness of knowing Allah and being true to Him. And in it there is an emptiness that can not be filled except with love for Him and by turning to Him and always remembering Him And if a person were given all of the world and what is in it, it would not fill this emptiness.” (Ibn Qayyim al-Jawziyya)
source: http://islamicsunrays.com/
This is what I've been searching for... All these years, there is an emptiness in my heart that I couldn't explain. I was loved by someone, I was loving someone. This love filled my heart. But, there was a part of my heart that can't be filled by this love. I was seeking to find anything that can fill this emptiness, but I couldn't find it anywhere, until I found... Him... My God. The love that He give to me fills all part of heart, my whole heart.. Until I find the happiness that I can't find anywhere else, until I feel the peacefulness that I can't feel anywhere else.
I can feel that He loves me. And I don't want to lose His love (again). I will keep this love, however hard it is, till the day I die. I wish that He will always guide me and bless me with His love till the end of my life, because without His guidance I feel lost and without His love I feel so empty.
Wallahualam bishawab...
My Own Thoughts
My own life. My own stories. My own Dreams.
Thursday, July 7, 2011
Thursday, February 17, 2011
Keutamaan Malam Jumat dan Hari Jumat
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya malam Jum’at dan harinya adalah 24 jam milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka.”
Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Malam Jum’at dan hari Jum’at mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah swt melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar pada setiap malam Jum’at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak ada seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba yang sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya; Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar.”
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum’at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum’at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman."
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika kalian memasuki hari Jum’at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hanba hamba Allah; pada hari Jum’at dan malam Jum’at Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada mengambilnya dalam waktu yang singkat.”
sumber: http://syamsuri149.wordpress.com/2008/03/13/keutamaan-malam-jumat-dan-hari-jumat/
Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Malam Jum’at dan hari Jum’at mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah swt melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar pada setiap malam Jum’at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak ada seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba yang sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya; Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar.”
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum’at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum’at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman."
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika kalian memasuki hari Jum’at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hanba hamba Allah; pada hari Jum’at dan malam Jum’at Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada mengambilnya dalam waktu yang singkat.”
sumber: http://syamsuri149.wordpress.com/2008/03/13/keutamaan-malam-jumat-dan-hari-jumat/
Monday, February 14, 2011
"The Alchemy of Happiness" by Al-Ghazali
"Ketahuilah, bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main atau sembarangan. Ia diciptakan dengan sebaik-baiknya dan demi suatu tujuan agung. Meskipun bukan merupakan bagian Yang Kekal, ia hidup selamanya; meski jasadnya rapuh dan membumi, ruhnya mulia dan bersifat ketuhanan. Ketika, dalam tempaan hidup zuhud, ia tersucikan dari nafsu jasmaniah, ia mencapai tingkat tertinggi; dan sebaliknya, dari menjadi budak nafsu angkara, ia memiliki sifat-sifat malaikat. Dengan mencapai tingkat ini, ia temukan surganya di dalam perenungan tentang Keindahan Abadi, dan tak lagi pada kenikmatan-kenikmatan badani. Kimia ruhaniah yang menghasilkan perubahan ini dalam dirinya, seperti kimia yang mengubah logam rendah menjadi emas, tak bisa dengan mudah ditemukan..."
Islam and Violence
Beberapa waktu belakangan ini, kita disuguhi oleh berbagai berita mengenai kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang "mengaku" Islam terhadap salah satu ajaran yang mereka anggap sesat.
Cerita di bawah ini patut untuk dijadikan bahan renungan, bahwa kekerasan yang dilakukan hanya sepihak, dengan alasan apapun tidak dibenarkan dalam Islam.
"Suatu hari ketika 'Ali sedang berada dalam pertempuran, pedang
musuhnya patah dan orangnya terjatuh. 'Ali berdiri di atas
musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu, dia
berkata, "Jika pedangmu berada di tanganmu, maka aku akan
lanjutkan pertempuran ini, tetapi karena pedangmu patah, maka
aku tidak boleh menyerangmu."
"Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan
tangan-tanganmu dan kaki-kakimu," orang itu berteriak balik.
"Baiklah kalau begitu," jawab 'Ali, dan dia menyerahkan
pedangnya ke tangan orang itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan", tanya orang itu kebingungan.
"Bukankah saya ini musuhmu?"
Ali memandang tepat di matanya dan berkata, "Kamu bersumpah
kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan
membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena itu
majulah dan seranglah aku". Tetapi orang itu tidak mampu.
"Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata," jelas 'Ali.
"Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan
antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya
adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Yaitu
antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan
pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu
dalam keadaan seperti ini, maka aku harus
mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan
mempertanyakan hal ini kepadaku."
"Inikah cara Islam?" Orang itu bertanya.
"Ya," jawab 'Ali, "Ini adalah firman Allah, yang Mahakuasa,
dan Sang Unik."
Dengan segera, orang itu bersujud di kaki 'Ali dan memohon,
"Ajarkan aku syahadat."
Dan 'Ali pun mengajarkannya, "Tiada tuhan melainkan Allah.
Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah."
Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. 'Ali
menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang
itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi
sekali lagi dia tidak membunuh orang itu.
"Mengapa kamu tidak membunuh aku?" Orang itu berteriak dengan
marah. "Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?,'
Dan dia meludahi muka 'Ali.
Mulanya 'Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat
kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya. "Aku bukan
musuhmu", Ali menjawab. "Musuh yang sebenarnya adalah
sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah
saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau
meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang
kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka
aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku
akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk
itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak
membunuhmu."
"Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang
itu bertanya.
"Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan.
Antara kebenaran dan kepalsuan". 'Ali menjelaskan kepadanya.
"Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk
membunuhmu, aku tak boleh."
"Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?"
"Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam."
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki 'Ali dan dia juga
diajari dua kalimat syahadat"
Cerita di bawah ini patut untuk dijadikan bahan renungan, bahwa kekerasan yang dilakukan hanya sepihak, dengan alasan apapun tidak dibenarkan dalam Islam.
"Suatu hari ketika 'Ali sedang berada dalam pertempuran, pedang
musuhnya patah dan orangnya terjatuh. 'Ali berdiri di atas
musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu, dia
berkata, "Jika pedangmu berada di tanganmu, maka aku akan
lanjutkan pertempuran ini, tetapi karena pedangmu patah, maka
aku tidak boleh menyerangmu."
"Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan
tangan-tanganmu dan kaki-kakimu," orang itu berteriak balik.
"Baiklah kalau begitu," jawab 'Ali, dan dia menyerahkan
pedangnya ke tangan orang itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan", tanya orang itu kebingungan.
"Bukankah saya ini musuhmu?"
Ali memandang tepat di matanya dan berkata, "Kamu bersumpah
kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan
membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena itu
majulah dan seranglah aku". Tetapi orang itu tidak mampu.
"Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata," jelas 'Ali.
"Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan
antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya
adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Yaitu
antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan
pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu
dalam keadaan seperti ini, maka aku harus
mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan
mempertanyakan hal ini kepadaku."
"Inikah cara Islam?" Orang itu bertanya.
"Ya," jawab 'Ali, "Ini adalah firman Allah, yang Mahakuasa,
dan Sang Unik."
Dengan segera, orang itu bersujud di kaki 'Ali dan memohon,
"Ajarkan aku syahadat."
Dan 'Ali pun mengajarkannya, "Tiada tuhan melainkan Allah.
Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah."
Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. 'Ali
menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang
itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi
sekali lagi dia tidak membunuh orang itu.
"Mengapa kamu tidak membunuh aku?" Orang itu berteriak dengan
marah. "Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?,'
Dan dia meludahi muka 'Ali.
Mulanya 'Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat
kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya. "Aku bukan
musuhmu", Ali menjawab. "Musuh yang sebenarnya adalah
sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah
saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau
meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang
kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka
aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku
akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk
itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak
membunuhmu."
"Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang
itu bertanya.
"Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan.
Antara kebenaran dan kepalsuan". 'Ali menjelaskan kepadanya.
"Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk
membunuhmu, aku tak boleh."
"Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?"
"Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam."
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki 'Ali dan dia juga
diajari dua kalimat syahadat"
Thursday, January 27, 2011
Tentang Pengajuan Judul saya..
Hello.. waktu menunjukkan pukul 12:45 AM and I'm still awake. Yaiyalah, td gw udah tidur gt. haha. Di tengah-tengah perut yang terasa lapar dan ngidam makaroni panggang tengah malem gini, kayanya gw mau cerita sedikit tentang skripsi gw.. Sejak pengajuan judul kemarin gw belum cerita apa-apa kan ya ttg perjalanan skripsi gw.. (meskipun ini baru awal banget jg..)
Oke, mari mulai. Tanggal 17 Januari kemarin, alhamdulillah judul gw diterima. Dan judul gw yang diterima itu adalah, "Dampak Keterlibatan Indonesia dalam Forum G-20 terhadap Perekonomian Indonesia" Hihiiii. Sempet bener-bener ga nyangka banget kalo pada akhirnya malah judul ini yang kepilih, karena sebelumnya, tanggal 13 Januari, gw udah ngajuin ke Bu Junita. Di jurusan HI (ato di FISIP juga ya?) kita diwajibkan untuk mengajukan tiga judul skripsi beserta abstraksinya 1 halaman. Nah, nanti dosen-dosen yang bertanggung jawab untuk memilih judul, akan memilih salah satu judul kita. Kalo diantara ketiga judul ini masih ada yang kurang pas, baik dari segi kata-kata judulnya, ato dari substansinya, maka harus direvisi. Inilah yang terjadi sama gw. Tanggal 13 kemarin, ketiga judul yang gw ajukan itu dua diantaranya mengenai Wikileaks (itu lho.. media massa internasional yang membocorkan serangkaian dokumen rahasia yang dimiliki oleh pemerintah2 di hampir seluruh dunia. Yang paling menghebohkan adalah waktu dia membocorkan dan menyebarkan ratusan ribu dokumen seputar Perang Irak dan Afghanistan yang mengungkap banyak kebohongan AS di seputar kedua perang tersebut, dan dibocorkannya kabel diplomatik AS). Nah, tentang Wikileaks ini, judul yang pertama gw bahas dari perspektif Komunikasi Internasional, dan judul yang kedua gw bahas dari perspektif Keamanan Global, tentang ancamannya terhadap keamanan nasional AS.
Waktu gw ngajuin ketiga judul tersebut ke Bu Junita, dari pertama dia baca, dia langsung memblacklist judul tentang G-20. Dia bilang, "Udah terlalu banyak yang bahas G-20, lagipula judul kamu kurang spesifik. Perekonomian yang mana?"
"Oke," bisik gw dalam hati. Walaupun sebenernya G-20 itu judul yang paling gw pengen, tp ga masalah dia ga milih judul G-20 gw. Lagian gw juga tertarik untuk bahas Wikileaks. Naah, waktu dia baca-baca judul tentang Wikileaks gw, dan mendengar penjelasan gw, dia cukup tertarik. Cuma, dari segi pemilihan kata-kata judulnya, gw kurang pas. Jadi direvisi lah sama dia judulnya. Diotak-atik sana-sini, jadilah kata-kata yang lebih pas. Gw suruh benerin, dan ketemu dia lagi hari Senin depan. Yuk mari.. Dia bilang, gw tinggal ganti kata-katanya, nanti dia udah pasti bakal milih judul gw yang pertama. Tapi terserah gw, klo yang satunya mau juga boleh. Okey.. Aman kan tuh gw...
Hari Senin, semua terjadi di luar perkiraan. Gw sampe di kampus jam 2 siang.. (haha.. "niat" abis), dengan keyakinan bahwa gw akan memilih judul Wikileaks yang ttg keamanan global. Tapi tiba-tiba pas lagi ngantri nunggu giliran, bu Junita bilang, "Yang belum, sama Pak Dadan aja ya.. biar cepet selesai.." (Pak Dadan: salah satu dosen penanggung jawab judul juga) Dan jadilah gw menghadap Pak Dadan. Dibaca lagi, lah satu per satu abstraksi gw... Setelah lumayan lama dia baca tiga-tiganya, dia bilang, "Yang ini aja, ya.." Sambil menunjukkan abstraksi tentang G-20 gw.
Gw: "..........."
Sebenernya gw sama sekali ga masalah sama judul ini. malah, seperti yang udah gw bilang di awal, bahwa judul ini yang gw pengen. Cuma, zonk aja gitu. Ketika harapan gw udah pupus sama judul ini, terus ketika di otak gw udah terisi sm Wikileaks semua, tiba-tiba judul ini yang kepilih. Mengenai yang Wikileaks, Pak Dadan bilang, "Baru tadi ada mahasiswa ekstensi yang ngajuin Wikileaks juga. Udah, kamu ini aja.."
Terus gw bilang mengenai yang dipermasalahkan sama Bu Junita kemarin ttg judul gw yang G-20 ini. Dia bilang, "Belum ada yang bahas kok, klo mengenai dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Lagipula ini make sense, dan ga harus spesifik juga, karena G-20 kan bahasnya ekonomi makro, bukan ekonomi mikro"
Aaaahhh... Senangnya.... :D
Jadilah saya akan berkutat dengan G-20 dan Ekonomi Politik Global dalam beberapa bulan ke depan... :D
Doakan yaaaa... Semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan... Dari mulai Bab I sampe Bab III, Sidang UP, Penulisan laporan penelitian, sampe sidang skripsi.. sampe wisuda Agustus nanti.. AMIN........ :)
Wish me luck... :)
Oke, mari mulai. Tanggal 17 Januari kemarin, alhamdulillah judul gw diterima. Dan judul gw yang diterima itu adalah, "Dampak Keterlibatan Indonesia dalam Forum G-20 terhadap Perekonomian Indonesia" Hihiiii. Sempet bener-bener ga nyangka banget kalo pada akhirnya malah judul ini yang kepilih, karena sebelumnya, tanggal 13 Januari, gw udah ngajuin ke Bu Junita. Di jurusan HI (ato di FISIP juga ya?) kita diwajibkan untuk mengajukan tiga judul skripsi beserta abstraksinya 1 halaman. Nah, nanti dosen-dosen yang bertanggung jawab untuk memilih judul, akan memilih salah satu judul kita. Kalo diantara ketiga judul ini masih ada yang kurang pas, baik dari segi kata-kata judulnya, ato dari substansinya, maka harus direvisi. Inilah yang terjadi sama gw. Tanggal 13 kemarin, ketiga judul yang gw ajukan itu dua diantaranya mengenai Wikileaks (itu lho.. media massa internasional yang membocorkan serangkaian dokumen rahasia yang dimiliki oleh pemerintah2 di hampir seluruh dunia. Yang paling menghebohkan adalah waktu dia membocorkan dan menyebarkan ratusan ribu dokumen seputar Perang Irak dan Afghanistan yang mengungkap banyak kebohongan AS di seputar kedua perang tersebut, dan dibocorkannya kabel diplomatik AS). Nah, tentang Wikileaks ini, judul yang pertama gw bahas dari perspektif Komunikasi Internasional, dan judul yang kedua gw bahas dari perspektif Keamanan Global, tentang ancamannya terhadap keamanan nasional AS.
Waktu gw ngajuin ketiga judul tersebut ke Bu Junita, dari pertama dia baca, dia langsung memblacklist judul tentang G-20. Dia bilang, "Udah terlalu banyak yang bahas G-20, lagipula judul kamu kurang spesifik. Perekonomian yang mana?"
"Oke," bisik gw dalam hati. Walaupun sebenernya G-20 itu judul yang paling gw pengen, tp ga masalah dia ga milih judul G-20 gw. Lagian gw juga tertarik untuk bahas Wikileaks. Naah, waktu dia baca-baca judul tentang Wikileaks gw, dan mendengar penjelasan gw, dia cukup tertarik. Cuma, dari segi pemilihan kata-kata judulnya, gw kurang pas. Jadi direvisi lah sama dia judulnya. Diotak-atik sana-sini, jadilah kata-kata yang lebih pas. Gw suruh benerin, dan ketemu dia lagi hari Senin depan. Yuk mari.. Dia bilang, gw tinggal ganti kata-katanya, nanti dia udah pasti bakal milih judul gw yang pertama. Tapi terserah gw, klo yang satunya mau juga boleh. Okey.. Aman kan tuh gw...
Hari Senin, semua terjadi di luar perkiraan. Gw sampe di kampus jam 2 siang.. (haha.. "niat" abis), dengan keyakinan bahwa gw akan memilih judul Wikileaks yang ttg keamanan global. Tapi tiba-tiba pas lagi ngantri nunggu giliran, bu Junita bilang, "Yang belum, sama Pak Dadan aja ya.. biar cepet selesai.." (Pak Dadan: salah satu dosen penanggung jawab judul juga) Dan jadilah gw menghadap Pak Dadan. Dibaca lagi, lah satu per satu abstraksi gw... Setelah lumayan lama dia baca tiga-tiganya, dia bilang, "Yang ini aja, ya.." Sambil menunjukkan abstraksi tentang G-20 gw.
Gw: "..........."
Sebenernya gw sama sekali ga masalah sama judul ini. malah, seperti yang udah gw bilang di awal, bahwa judul ini yang gw pengen. Cuma, zonk aja gitu. Ketika harapan gw udah pupus sama judul ini, terus ketika di otak gw udah terisi sm Wikileaks semua, tiba-tiba judul ini yang kepilih. Mengenai yang Wikileaks, Pak Dadan bilang, "Baru tadi ada mahasiswa ekstensi yang ngajuin Wikileaks juga. Udah, kamu ini aja.."
Terus gw bilang mengenai yang dipermasalahkan sama Bu Junita kemarin ttg judul gw yang G-20 ini. Dia bilang, "Belum ada yang bahas kok, klo mengenai dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Lagipula ini make sense, dan ga harus spesifik juga, karena G-20 kan bahasnya ekonomi makro, bukan ekonomi mikro"
Aaaahhh... Senangnya.... :D
Jadilah saya akan berkutat dengan G-20 dan Ekonomi Politik Global dalam beberapa bulan ke depan... :D
Doakan yaaaa... Semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan... Dari mulai Bab I sampe Bab III, Sidang UP, Penulisan laporan penelitian, sampe sidang skripsi.. sampe wisuda Agustus nanti.. AMIN........ :)
Wish me luck... :)
Monday, January 10, 2011
abstraksi .. oh, abstraksi..
Tuesday, 11111 (what a pretty date, isn't it?)
2:47 AM
Hampir jam 3 pagi, dan gw blm tidur.
Gw mau sharing dikit nih, tentang kemajuan pengajuan judul gw.
Setelah hampir 1 minggu menghabiskan sebagian besar waktu di rumah, gw baru menghasilkan 1 buah abstraksi. (tepuk tangan...)
Ini semua karena gw lebih banyak menonton dvd, download film, baca novel, dan melakukan hal-hal lain, serta menunda-nunda melanjutkan abstraksi gw.
Tp mulai besok gw mau ngebut. Pokoknya itu abstraksi harus sudah selesai sebelum Kamis besok. Bismillah...
2:47 AM
Hampir jam 3 pagi, dan gw blm tidur.
Gw mau sharing dikit nih, tentang kemajuan pengajuan judul gw.
Setelah hampir 1 minggu menghabiskan sebagian besar waktu di rumah, gw baru menghasilkan 1 buah abstraksi. (tepuk tangan...)
Ini semua karena gw lebih banyak menonton dvd, download film, baca novel, dan melakukan hal-hal lain, serta menunda-nunda melanjutkan abstraksi gw.
Tp mulai besok gw mau ngebut. Pokoknya itu abstraksi harus sudah selesai sebelum Kamis besok. Bismillah...
Monday, January 3, 2011
Tuesday, January 4th 2011
2:22 PM
Hello world.
Now I'm at my boyfriend's dorm. Waiting for him finishing his last exam on this semester.
Today we're going to have a dinner at Suki Garden. Hmm. It will be the second time we go there together. The first time was a year ago, at new years eve, and we went there with my best friends too.
Gw ga ada kerjaan meeen. Si pacar blm dateng. Jdnya gw nulis-nulis lah disini.
Lagian, sepertinya taun ini gw akan lebih meramaikan blog ini. Kasian, udah 2 taun lebih diabaikan.. Jarang dikunjungi.. Klo rumah tu udah banyak debu & sarang laba-labanya kali ya. haha. But this year, you'll be my best friend!!:D
tapi, taun ini, gw ga bikin bejibun resolusi kaya taun lalu...
kenapa ngga? karena resolusi taun lalu gw banyak yang belum tercapai dan terlaksana dengan baik..
hahahaha *ketawa miris* *bener-bener miris*
huhuhuhuhu *beneran sedih*
jadi, si resolusi taun 2010 lalu yang belum tercapai itu, akan gw lanjutkan di 2011.
dan di tahun 2011 ini, gw HARUS melakukannya!! *TEKAD SEKUAT BAJA*
Hellooo. this is 2011!! Ga ada lagi waktu yang terbuang sia -sia...
Seperti sebuah quotes yang gw dapet tadi malem, dan jg gw tulis di status FB gw,
"New Year's resolutions are a bit like babies: They're fun to make but extremely difficult to maintain" (Anonymous)
AGREE 100%
Welcome, 2011. Welcome semangat baru!
naah, ini pacar udh dateng...
*buru2 save, dan keluar dr page ini..*
2:22 PM
Hello world.
Now I'm at my boyfriend's dorm. Waiting for him finishing his last exam on this semester.
Today we're going to have a dinner at Suki Garden. Hmm. It will be the second time we go there together. The first time was a year ago, at new years eve, and we went there with my best friends too.
Gw ga ada kerjaan meeen. Si pacar blm dateng. Jdnya gw nulis-nulis lah disini.
Lagian, sepertinya taun ini gw akan lebih meramaikan blog ini. Kasian, udah 2 taun lebih diabaikan.. Jarang dikunjungi.. Klo rumah tu udah banyak debu & sarang laba-labanya kali ya. haha. But this year, you'll be my best friend!!:D
tapi, taun ini, gw ga bikin bejibun resolusi kaya taun lalu...
kenapa ngga? karena resolusi taun lalu gw banyak yang belum tercapai dan terlaksana dengan baik..
hahahaha *ketawa miris* *bener-bener miris*
huhuhuhuhu *beneran sedih*
jadi, si resolusi taun 2010 lalu yang belum tercapai itu, akan gw lanjutkan di 2011.
dan di tahun 2011 ini, gw HARUS melakukannya!! *TEKAD SEKUAT BAJA*
Hellooo. this is 2011!! Ga ada lagi waktu yang terbuang sia -sia...
Seperti sebuah quotes yang gw dapet tadi malem, dan jg gw tulis di status FB gw,
"New Year's resolutions are a bit like babies: They're fun to make but extremely difficult to maintain" (Anonymous)
AGREE 100%
Welcome, 2011. Welcome semangat baru!
naah, ini pacar udh dateng...
*buru2 save, dan keluar dr page ini..*
Subscribe to:
Posts (Atom)